"Perlu ada klarifikasi dari Kemenlu mengingat Indonesia selama ini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel," ujar angggota Komis I DPR Sukamta melalui pesan elektronik kepada redaksi, Jumat (4/5).
Sukamta mengatakan jika isu tersebut dibiarkan akan kontra produktif dengan upaya diplomatik Indonesia mendukung Kemerdekaan Palestina.
Sekretaris Fraksi PKS ini lebih lanjut meminta pemerintah konsisten dengan kebijakan untuk tidak memberikan visa pariwisata bagi warga Israel sebagaimana pernah disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada tahun 2015.
"Jika perlu kebijakan tersebut diperkuat dengan larangan total penerbitan visa dan bahkan transit perjalanan, sebagaimana juga dilakukan negara tetangga Brunei Darussalam dan beberapa negara lain," katanya.
Menurut Sukamta yang juga Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS, saat ini Palestina membutuh dukungan yang lebih kuat dari Indonesia dan seluruh dunia. Hal ini mengingat Palestina saat ini sedang mengadapi tekanan berupa sikap Presiden AS Donald Trump yang ngotot untuk membuka kantor kedutaannya di Yerusalem.
"Dengan situasi seperti ini barangkali juga perlu ditinjau ulang hubungan dagang, pariwisata dan keamanan antara Indonesia dengan Israel, jika perlu dihentikan saja sebagai wujud dukungan yang lebih kuat untuk Kemerdekaan Palestina, toh potensi wisawatawan dari Israel juga sangat kecil," kata wakil rakyat asal Yogyakarta ini.
[dem]
BERITA TERKAIT: