Dengan begitu, KBRI Wellington bisa menjadi jembatan bagi warga Selandia Baru untuk mengenal dan mencintai Indonesia.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Dubes Tantowi membuka kesempatan untuk organisasi persahabatan seperti New Zealand-Indonesia Association (NZIA) maupun komunitas Indonesia untuk memanfaatkan ruangan-ruangan yang ada di KBRI Wellington sebagai lokasi pertemuan, makan-makan, acara budaya, seminar dan diskusi ilmiah.
Ruangan yang ditawarkan meliputi auditorium bernuansa Bali, ruang makan bernuansa Jawa dan ruang pertemuan bernuansa Sumatera Selatan.
"Dengan begitu para pengunjung KBRI Wellington dapat menikmati keindahan budaya Indonesia hanya dengan berada di sana," ujar Tantowi saat membuka acara Angklung Workshop di KBRI Wellington, Selandia Baru, Kamis (1/3).
Tantowi menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyelesaikan ruang Pustaka Nusantara yang bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI. Nantinya, ruangan ini akan tersedia buku-buku terkini tentang Indonesia untuk orang Indonesia atau masyarakat Selandia Baru yang ingin tahu lebih banyak tentang Nusantara.
[ian]