Dalam laporan yang diperoleh media Inggris
The Guardian, menyatakan bahwa proyek-proyek Israel di Yerusalem Timur al-Quds digunakan sebagai alat politik untuk memodifikasi narasi sejarah dan untuk mendukung, melegitimasi dan memperluas permukiman.
"Yerusalem Timur (al-Quds) adalah satu-satunya tempat di mana taman Israel dinyatakan di pemukiman penduduk," begitu bunyi laporan itu seperti dimuat ulang
Press TV.
Laporan tersebut juga menyajikan gambaran suram tentang situasi keseluruhan di Yerusalem al-Quds, merujuk pada marginalisasi warga Palestina, yang merupakan sekitar 37% populasi kota.
"Kota ini sebagian besar tidak lagi menjadi pusat ekonomi, perkotaan dan komersial Palestina dulu," kata laporan tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: