Misi pesawat Tu-95 Rusia ini dalam rangka kunjungan persahabatan. Penerbangan Tu-95, yang dikenal dengan sebutan
'bears' - 'beruang' dalam patroli perdana ini berÂjalan baik dengan dukungan cuaca cerah.
"Tujuan penerbangan ini untuk melatih pilot yang harus lihai menavigasi di beÂlahan bumi selatan. Mereka juga harus cekatan dalam menggunakan panel kendali," terang komandan divisi penerbangan jarak jauh AU RyÂsua Letjen Sergey Kobylash, dikutip media
Russia Today, kemarin.
Dua pesawat itu merupaÂkan bagian dari empat pesaÂwat Rusia yang mendarat di Bandara Internasional Frans Kaisiepo, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, SeÂlasa (5/12). Pesawat pembom Tupolev ini berangkat dari pangkalan udara Ukraina. Perjalanan dari pangkalan yang berada di wilayah timur Amur, Rusia, ini memakan waktu 10 jam, termasuk wakÂtu pengisian bahan bakar "
mid air" atau saat terbang.
Empat pesawat itu mengangkut 110 personel militer Rusia. Empat pesawat tersebut terdiri dari dua pesawat angÂkut jenis Ilyushin-76/78813 dan Ilyushin -76/78810, serta dua Bomber Tupolev TU-95 MS yang merupakan jenis peÂsawat pengebom strategis berÂmesin turboprop empat yang memiliki panjang 46,2 meter dan sayap 50,10 meter.
Komandan Lanud Manuhua Kolonel PNB Fajar Adriyanto mengungkapkan, keempat pesawat diterima beberapa pejabat TNI AU yang ada di Biak. Kedatangan pesawat Rusia tersebut untuk melakÂsanakan misi "Navigasi ExerÂcises" atau latihan penentuan kedudukan (position) dan arah perjalanan baik di meÂdan sebenarnya atau di peta dan juga untuk wisata alam di Indonesia, khususnya di Biak. ***
BERITA TERKAIT: