Menurut Presiden Asosiasi Studi Politik Songun Inggris Dr Dermot Hudson, seperti keterangan yang diterima redaksi, Hwasong-15 merupakan bentuk kemenangan besar bagi warga Korea Utara atas perlawanan terhadap imperialis Amerika Serikat.
Hwasong-15 sendiri merupakan tipe baru ICBM yang meledak dalam kegelapan. Rudal tersebut diluncurkan pada dini hari dan mencapai ketinggian 4.475 km serta menempuh jarak tempuh sejauh 950 km selama 53 menit sebelum melakukan pendaratan akurat di perairan laut terbuka di Laut Timur Korea.
Dr Dermot Hudson yang juga merupakan Kepala Kelompok Studi Juche dan Kepala Asosiasi Persahabatan Inggris-Korea itu menjelaskan bahwa Hwasong 15 lebih maju daripada pendahulunya, Hwasong-14 yang diuji pada bulan Juli.
Hwasong-15 mampu menyerang semua daratan Amerika Serikat. Dikatakan bahwa Hwasong-15 melonjak sampai ketinggian 10 kali dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Ia menilai bahwa kemampuan Hwasong-15 ini jangan diragukan dan merupakan bentuk kemajuan teknologi dan ilmiah Korea Utara. Para ilmuwan dan teknisi Korea Utara memproduksi ICBM tipe baru hanya dalam waktu 3 hingga 4 bulan.
Hwasong-15 juga dinilainya sebagai bentuk sistem mandiri berbasis Juche, yang dikembangkan dengan usaha dan teknologi dalam negeri 100 persen agar sesuai dengan kondisi spesifik dari negara tersebut.
Menurutnya, ada empat hal yang ditunjukkan oleh Kim Jong Un melalui Hwasong-15 ini, yakni, menunjukkan kemajuan Korea Utara dalam teknologi nuklir dan rudal tak terbendung tidak peduli sanksi apa yang dapat dipaksakan oleh Amerika Serikat.
"Kedua, ini menunjukkan kebenaran garis bangunan ekonomi dan gaya nuklir secara paralel," jelasnya.
"Ketiga, ini merupakan demonstrasi semangat revolusioner kemandirian dan gagasan pertama pengembangan diri," tambannya dan terakhir adalah manifestasi dari keabsahan dan vitalitas Ide Juche dan Ide Songun.
[mel]
BERITA TERKAIT: