Ini adalah kali pertama uji coba sirine itu dilakukan di Hawaii sejak berakhirnya Perang Dingin. Langkah ini dilakukan di tengah ancaman yang terus meningkat dari program rudal dan nuklir Korea Utara.
Hawaii sendiri sebenarnya rutin melakukan uji sirine seteiap bulannya, namun itu adalah sirine untuk bencana alam termasuk tsunami, mengingat Hawaii terletak di Pasifik.
Namun sinyal sirine serangan nuklir baru kali ini dilakukan tes dan menggunakan nada yang berbeda dan membingungkan. Bunyi sirine tersebut ditujukkan untuk memperingatkan penduduk dan wisatawan untuk tinggal di dalam rumah dan menunggu instruksi lebih lanjut.
Vern Miyagi yang mengepalai Badan Manajemen Darurat Hawaii, mengatakan bahwa sangat penting bagi masyarakat untuk memahami arti nada sirine yang berbeda-beda.
Korea Utara sejak beberapa bulan terakhir semakin mengintensifkan uji coba rudal balistik. Pada bulan September melakukan uji coba nuklir keenam.
Korea Utara baru-baru ini juga menguji rudal balistik antarbenua baru yang diklaimnya bisa menyerang di mana saja di daratan Amerika Serikat.
Para ahli mengatakan Hwasong-15 tampaknya mampu mengangkut hulu ledak nuklir, meskipun tidak jelas apakah Pyongyang belum mampu membuat senjata yang cukup kecil untuk dipasang pada sebuah rudal.
Diprediksi, sebuah rudal yang diluncurkan dari Korea Utara bisa menyerang Hawaii dalam waktu 20 menit setelah peluncuran.
Hawaii sendiri merupakan tuan rumah markas militer Amerika Serikat untuk kawasan Asia Pasifik. Demikian seperti dimuat
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: