Menurut Laboratorium Propulsi Jet NASA (JPL), rover ini mengandalkan banyak sistem yang dibuat untuk rover Curiosity 2012, namun akan memiliki tujuh instrumen baru, yakni roda yang dirancang ulang, dan otonomi yang lebih besar.
Misi 2020 sendiri berencana untuk mempelajari bidang planet yang dianggap pernah layak huni untuk mencari tanda-tanda kehidupan mikroba purba. Kendaraan baru ini akan mempelajari medan Mars, di atas dan di bawah permukaan, dan mengumpulkan sampel tanah dan batuan.
:Apa yang kita pelajari dari sampel yang dikumpulkan selama misi ini berpotensi untuk membahas apakah kita sendirian di alam semesta," kata Ken Farley, seorang ilmuwan JPL dengan proyek Mars 2020.
JPL juga mengembangkan teknologi pendaratan baru yang memungkinkan para rover mengunjungi situs-situs yang dianggap terlalu berisiko untuk Curiosity dan memisahkan mil dari perjalanannya.
NASA telah berhasil mendaratkan pesawat luar angkasa di Mars tujuh kali dan menggunakan Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk mempersiapkan misi manusia ke bulan dan Mars.
Kendaraan tersebut dijadwalkan diluncurkan pada bulan Juli atau Agustus 2020 dengan perkiraan pendaratan di Mars pada bulan Februari 2021. Demikian seperti dimuat
Reuters.
[mel]
BERITA TERKAIT: