PBB Kecam Blokade Pengungsi Uni Eropa Dari Libya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 15 November 2017, 13:19 WIB
PBB Kecam Blokade Pengungsi Uni Eropa Dari Libya
Pengungsi/Net
rmol news logo Kebijakan Uni Eropa untuk membantu pihak berwenang Libya mencegat migran di Laut Tengah dan mengembalikan mereka ke "penjara mengerikan" di Libya adalah tindakan yang tidak manusiawi.

"Penderitaan migran yang ditahan di Libya adalah sebuah kemarahan terhadap hati nurani umat manusia," kata kepala hak asasi manusia PBB Zeid Ra'ad Al Hussein dalam sebuah pernyataan.

"Kebijakan Uni Eropa untuk membantu Garda Pantai Libya untuk mencegat dan mengembalikan migran di Laut Tengah tidak manusiawi," tekannya.

Libya diketahui telah lama menjadi pusat transit utama bagi para migran yang berusaha mencapai Eropa, dan banyak pengungsi dan migran telah menjadi korban penganiayaan serius di tangan pedagang manusia.

Zeid memperingatkan pada hari Selasa bahwa sistem penahanan untuk migran di Libya rusak tak dapat diperbaiki lagi.

"Masyarakat internasional tidak dapat terus menutup mata terhadap kengerian yang tak terbayangkan yang dialami oleh para migran di Libya, dan berpura-pura bahwa situasinya dapat diatasi hanya dengan memperbaiki kondisi penahanan," sambungnya seperti dimuat Press TV.

Komentar Zeid datang setelah menteri dari 13 negara Eropa dan Afrika awal pekan ini berjanji langkah-langkah yang ditujukan untuk meringankan krisis migran di sekitar Mediterania, khususnya bersumpah untuk membantu memperbaiki kondisi bagi para migran yang ditahan di Libya. Mereka juga mengulangi sebuah janji untuk memperkuat penjaga pantai Libya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA