Dalam insiden di mana penjahat diidentifikasi, FBI menemukan bahwa sekitar 58 persen kejahatan dimotivasi oleh ras, etnis, atau keturunan korban.
Sementara itu, 21 persen kejahatan dimotivasi oleh agama dan hampir 18 persen oleh orientasi seksual korban. Sekitar setengah dari 1.273 insiden yang melibatkan agama bertentangan dengan orang-orang Yahudi sementara Muslim menjadi target dalam 307 kejahatan berbasis agama.
Dalam laporan yang sama juga disebutkan bahwa kejahatan anti-Muslim meningkat hampir 20 persen, anti-kulit putih sebesar 17 persen, anti-Latino sebesar 15 persen, dan anti-Yahudi sebesar 3 persen. Jumlah kejahatan anti-hitam tetap hampir datar dari 2015 sampai 2016.
Dari 5.770 pelaku yang diketahui, 46 persen berkulit putih dan 26 persen adalah orang Afrika-Amerika.
Laporan tersebut diduga berdasarkan data yang secara sukarela diajukan oleh sekitar 15.000 aparat penegak hukum. Demikian seperti dimuat Press TV.
[mel]
BERITA TERKAIT: