Dalam surat resminya tertanggal 1 November 2017, Xi membalas ucapan selamat yang sebelumnya diberikan oleh Kim Jong Un atas kembalinya Xi di pucuk kekuasaan China pasca kongres Partai Komunis China.
"Saya berharap bahwa di bawah situasi baru, pihak China akan melakukan upaya dengan pihak Korea Utara untuk mempromosikan hubungan antara kedua belah pihak dan kedua negara terhadap kesehatan yang berkelanjutan dan pembangunan yang stabil," kata Xi.
Dalam catatan sebelumnya, Kim telah memberikan ucapan selamat yang tulus kepada Xi dan mengungkapkan keyakinannya bahwa hubungan mereka akan berkembang demi kepentingan rakyat kedua negara.
Analis mengatakan bahwa berbalas pesan tersebut merupakan hal yang jarang terjadi di bawah kepemimpinan saat ini. Profesor Yang Moo-Jin dari Universitas Korea Utara Studies di Seoul mengatakan bahwa pertukaran pesan secara umum memberi sinyal kemauan pada kedua belah pihak untuk memperbaiki hubungan.
"Fakta bahwa kedua belah pihak dengan cepat membalas surat dan mengumumkannya mengandung makna simbolis," kata Yang kepada
AFP.
"Jika pesannya lebih intim, kami bisa mengharapkan pencairan ikatan lebih cepat," tambahnya,
"Tapi untuk saat ini, ini menunjukkan bahwa kedua belah pihak sepakat pada kebutuhan untuk memperbaiki hubungan mereka," sambungnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: