Rodrigo yang dikenal dengan nama Timochenko diketahui menandatangani kesempakatan damai dengan pemerintah Kolombia setahun yang lalu. Ia akan mencalonkan diri untuk partai yang didirikan oleh kelompok pemberontak tersebut.
Timochenko sendiri diketahui menjadi pemimpin FARC di tahun 2011 lalu, menggantikan Alfonso Cano sebagai komandan tertinggi FARC setelah dibunuh oleh angkatan bersenjata Kolombia.
Kesempatannya untuk menjadi presiden dianggap minimal karena banyak orang Kolombia yang enggan melihat seorang mantan pemberontak yang mewakili mereka. Dikabarkan
BBC, jajak pendapat menunjukkan bahwa banyak warga Kolombia terus mempertanyakan komitmen FARC terhadap perdamaian.
Partai-partai sayap kanan pada khususnya telah kritis terhadap proses perdamaian karena pemerintah membiarkan anggota FARC mencalonkan diri tanpa harus menjalani masa hukuman penjara. Padahal di masa lalu ada lebih dari 260 ribu orang terbunuh dalam kurun waktu lebih dari lima dekakde akibat konflik bersenjata dengan FARC.
Kesepakatan damai sendiri secara resmi berhenti menjadi kelompok bersenjata pada tanggal 27 Juni ketika sebuah upacara menandai berakhirnya proses pelucutan senjata. Putaran pertama pemilihan presiden akan digelar pada 27 Mei 2018.
[mel]
BERITA TERKAIT: