Dipanggil Pengadilan Tinggi Spanyol, Bekas Pemimpin Catalunya Terbang Ke Belgia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 01 November 2017, 06:59 WIB
Dipanggil Pengadilan Tinggi Spanyol, Bekas Pemimpin Catalunya Terbang Ke Belgia
Charles Puigdemont/AP
rmol news logo Pengadilan tinggi Spanyol memanggil pemimpin Catalunya yang telah dipecat Carles Puidgemont dan 13 bekas petinggi Catalunya lainnya akhir pekan ini. Mereka dipanggi untuk bersaksi pada hari Kamis dan Jumat pekan ini. Jika tidak muncul, jaksa bisa memerintahkan penangkapan mereka.

Surat panggilan tersebut dikeluarkan setelah Jaksa Agung Spanyol José Manuel Maza pada awal pekan ini mengatakan bahwa akan mengajukan tuntutan kepada Puigdemont dan sejumlah petinggi Catalunya atas tuduhan pemberontakan, penghasutan dan penyalahgunaan dana publik.Hal tersebut berkaitan dengan upaya Puigdemont untuk melakukan referendum kemerdekaan Catalunya yang memicu krisis politik di Spanyol awal Oktober lalu.

Tuduhan pemberontakan dalam aturan hukum Spanyol sendiri akan bisa membawa pelakunya menjalani hukumna kurungan penjara maksimal selama 30 tahun.

Puigdemont dan sejumlah bekas petinggi Catalunya yang dipanggil tersebut juga diberi waktu selama tiga hari untuk membayar deposit sebesar 7,2 juta dolar AS untuk menutupi potensi kewajiban.

Puigdemont dan beberapa bekas menteri di Catalunya sendiri sejak beberapa hari yang lalu berada di Brussel, Belgia. Ia membantah keberadaannya di sana adalah untuk mencari suaka dan hanya ingin dapat berbicara dengan bebas. Puigdemont menyebut bahwa ia akan kembali ke Spanyol hanya jika dijamin sidang yang adil.

Puigdemont juga mengatakan bahwa dia akan menerima hasil pemilihan cepat di Catalunya pada tanggal 21 Desember mendatang, yang diserukan oleh pemerintah pusat Spanyol setelah undang-undang tersebut mengusung Pasal 155 undang-undang dasar, untuk sementara menangguhkan otonomi daerah.

"Saya ingin komitmen yang jelas dari negara. Akankah negara menghormati hasil yang bisa memberi kekuatan separatis mayoritas?" kata Puigdemonts eperti dimuat BBC. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA