Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy, bersiap untuk melakukan ancamannya untuk menghentikan dorongan pemerintah daerah Catalunya untuk merdeka.
Pekan lalu, Rajoy memperingatkan presiden Catalunya, Carles Puigdemont, bahwa ia memiliki waktu sampai pukul 10:00 pada hari Kamis (19/10) untuk meninggalkan rencana pemisahan diri Catalunya dan mengembalikan wilayah tersebut ke tatanan konstitusional.
Bila tidak, kata Rajoy, maka pemerintah Spanyol akan mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya yakni menghidupkan pasal 155 dari konstitusi pos-Franco negara tersebut dan dengan asumsi mengendalikan wilayah tersebut.
Referendum kemerdekaan Catalunya sepihak yang diadakan pada tanggal 1 Oktober telah membuat Spanyol terjerumus dalam krisis politik terburuk sejak kembali ke demokrasi empat dekade yang lalu.
Meskipun pimpinan Catalunya Charles Puigdemont telah mengklaim bahwa pemungutan suara tersebut sah, namun Spanyol menolaknya.
Rajoy memberikan waktu kepada Puigdemont untuk mengklarifikasi apakah kemerdekaan benar-benar telah diumumkan atau tidak.
Namun bukannya menjawab, Puigdemont justru mengusulkan agar efek deklarasi kemerdekaan dihentikan selama dua bulan sementara kedua belah pihak memulai dialog untuk menyelesaikan kebuntuan.
Rajoy kemudian mengeluarkan seruan terakhir untuk Puigdemont untuk menenangkan situasi dan bertindak untuk kepentingan semua orang Spanyol dan Catalunya. Demikian seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
BERITA TERKAIT: