Ultimatum Baru Spanyol Untuk Catalunya Berlaku Tiga Hari

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 16 Oktober 2017, 20:12 WIB
Ultimatum Baru Spanyol Untuk Catalunya Berlaku Tiga Hari
Catalunya/Net
rmol news logo Spanyol mengeluarkan ultimatum baru bagi Catalunya untuk mengklarifikasi posisinya mengenai kemerdekaan, dengan memperingatkan bahwa Madrid akan menguasai wilayah otonom jika pemimpin regional Carles Puigdemont gagal menghentikan tawaran pemisahan diri pada hari Kamis pekan ini.

Berbicara kepada wartawan pada hari Senin (16/10), Wakil Perdana Menteri Soraya Saenz de Santamaria mengatakan bahwa Puigdemont memiliki waktu sampai pukul 10:00 pagi pada hari Kamis untuk "kembali ke legalitas" dan membuat niatnya jelas.

Ultimatum baru datang tak lama setelah Catalunya melewatkan batas waktu Senin untuk mengklarifikasi apakah akan terpisah dari daratan Spanyol sebagai hasil referendum kontroversial yang diadakan di wilayah tersebut pada 1 Oktober atau tidak.

"Pemerintah menyesalkan bahwa presiden pemerintah Catalunya telah memutuskan untuk tidak menanggapi permintaan pemerintah," tambahnya.

"Puigdemont masih memiliki kesempatan untuk mulai menyelesaikan situasi ini. Dia harus menjawab 'ya' atau 'tidak' pada deklarasi tersebut," lanjutnya seperti dimuat Press TV.

Ia lebih jauh memperingatkan bahwa Spanyol akan diizinkan, berdasarkan Pasal 155 Konstitusi, untuk mengambil bagian dari pemerintahan sendiri Catalunya jika Barcelona menolak untuk mengklarifikasi posisinya.

Pemimpin Catalunya membuat pernyataan simbolis kemerdekaan Selasa pekan lalu, namun menangguhkannya tak lama kemudian dan meminta perundingan dengan pemerintah pusat mengenai nasib daerah tersebut.

Pemerintah Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy kemudian memberikannya sampai pukul 11:00 waktu setempat untuk mengklarifikasi posisinya mengenai kemerdekaan hanya dengan 'Ya' atau 'Tidak'.

Namun, dalam sebuah surat yang dikirim ke pemerintah pusat hari ini, Puigdemont berhenti memberikan jawaban yang jelas dan, sebaliknya, meminta perundingan mengenai masalah tersebut. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA