Pemerintah Spanyol menetapkan tenggat waktu tersebut untuk menerapkan peraturan langsung mengenai Catalunya. Karena Puigdemont tak juga memberikan klarifikasi, maka hal itu membuka jalan bagi pemerintah pusat untuk menguasai wilayah tersebut dan mengaturnya secara langsung.
Wilayah kaya tersebut mengancam akan melepaskan diri setelah referendum pada 1 Oktober yang menurut Mahkamah Konstitusi Spanyol dianggap ilegal.
Hal itu membuat negara ini terjerumus dalam krisis politik terburuk sejak kudeta militer pada tahun 1981.
Puigdemont membuat deklarasi simbolis kemerdekaan pekan lalu, namun menangguhkannya beberapa detik kemudian dan meminta perundingan dengan Madrid mengenai masa depan wilayah tersebut.
Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengatakan bahwa Puigdemont harus menjawab persyaratan formal dengan "Ya" atau "Tidak" atas pertanyaan apakah ia telah mendeklarasikan kemerdekaan Catalunya.
Puigdemont tidak secara langsung menjawab pertanyaan tersebut dalam suratnya kepada Rajoy. Ia justru mengatakan bahwa keduanya harus bertemu sesegera mungkin untuk membuka dialog selama dua bulan ke depan.
"Tawaran kami untuk dialog itu tulus dan jujur. Selama dua bulan ke depan, tujuan utama kami adalah mengadakan dialog ini dan bahwa semua institusi dan kepribadian internasional, Spanyol dan Catalunya yang telah mengungkapkan kemauan untuk membuka jalan bagi dialog dapat menjelajahinya," kata Puigdemont dalam seuratnya seperti dimuat
ABC News.
"Dengan cara ini, kami akan memverifikasi komitmen masing-masing pihak untuk menemukan solusi yang telah disepakati," sambugnya.
Kantor Rajoy tidak segera mengkonfirmasi apakah surat tersebut telah diterima dan menolak komentar lebih lanjut.
[mel]
BERITA TERKAIT: