Ini Sosok Putin Di Mata Mayoritas Mahasiswa Rusia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 14 Oktober 2017, 16:18 WIB
Ini Sosok Putin Di Mata Mayoritas Mahasiswa Rusia
Putin/Net
rmol news logo Hapir 50 persen dari mahasiswa yang memiliki hak piih di Rusia siap mendukung Vldimir Putin untuk kembali menduduki kursi Presiden.

Pada hari Jumat (13/10), harian Rusia yang populer Izvestia menerbitkan hasil sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Laboratorium Penelitian Politik salah satu institusi ekonomi terkemuka di negara itu, Higher School of Economics. jajak pendapat tersebut dilakukan di antara mahasiswa perguruan tinggi di seluruh negeri, baik negeri maupun swasta.

Sekitar 47 persen mahasiswa Rusia mengatakan bahwa mereka akan memilih Putin jika pemilihan presiden diadakan akhir pekan depan.

Tidak ada calon potensial lainnya yang berhasil mendapat dukungan enam persen, sementara 12 persen responden mengatakan mereka tidak akan memberikan suara sama sekali, dan 15,4 persen mengatakan bahwa mereka belum memutuskan siapa yang akan dipilih.

Ketika diminta untuk menggambarkan sosok Vladimir Putin, kebanyakan responden menyebutkan kualitas seperti kecerdasan, kemampuan menahan diri, karisma, tanggung jawab, dan cinta untuk negara tersebut.

Mereka juga menekankan ketegasan presiden yang mereka yakini telah menerapkan kebijakannya baik di lingkungan domestik maupun internasional.

Kepala Laboratorium Riset Politik, Valeria Kasamara, mengatakan kepada Izvestia bahwa siswa Rusia menggambarkan diri mereka sebagai "Generasi Putin" karena mereka lahir dan dibesarkan selama masa jabatan Vladimir Putin. Dia juga mengatakan bahwa ketika ditanya siapa yang secara teoritis dapat menggantikan Putin, mereka menggambarkan penerus potensial yang menyerupai Putin daripada menamai alternatif dalam kehidupan nyata.
 
Putin sendiri belum mengumumkan apakah dia akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2018 atau tidak. Ketika ditanya tentang melayani jabatan lain sebagai presiden, sekretaris pers Putin, Dmitry Peskov, mengatakan terlalu dini untuk mendiskusikan masalah ini. Demikian seperti dimuat Russia Today. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA