Jika Kemerdekaan Catalunya Didukung, Uni Eropa Akan Bisa Punya 90 Negara Anggota

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 14 Oktober 2017, 15:17 WIB
Jika Kemerdekaan Catalunya Didukung, Uni Eropa Akan Bisa Punya 90 Negara Anggota
Jean Claude Juncker/BBC
rmol news logo Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker menegaskan bahwa pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Catalunya.

Dalam sebuah forum mahasiswa di Luksemburg, Junker menegaskan bahwa penolakan atas kemerdekaan Catalunya adalah agar tidak terjadi kasus serupa di masa mendatang.

"Jika kita mengizinkan, tapi bukan urusan kita, Catalunya menjadi merdeka, yang lain akan melakukan hal yang sama dan saya tidak akan menyukainya," kata Junker.

"Saya tidak ingin Uni Eropa dalam 15 tahun terdiri dari sekitar 90 negara," sambungnya seperti dimuat BBC. Pernyataan itu menggambarkan bahwa akan banyak wilayah lainnya yang mengikuti jejak Catalunya untuk merdeka dan menjadi negara sendiri.

Diinformasikan sebelumnya bahwa Spanyol mengalami gejolak sejak pemerintah separatis di Catalunya menggelar referendum kemerdekaan 1 Oktober lalu.

Pemungutan suara, yang dinyatakan tidak sah oleh pengadilan tinggi Spanyol, memiliki 43 persen jumlah pemilih dengan 90 persen di antaranya memilih mendukung kemerdekaan.

Pemimpin Catalunya Carles Puigdemont menandatangani sebuah pernyataan kemerdekaan simbolik pada hari Selasa lalu yang mengundang kritik keras dari Spanyol. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA