Trump mengatakan pada hari Jumat (13/10) bahwa dia akan berhenti menandatangani kesepakatan tersebut. Ia pun menyebut Iran sebagai rezim yang fanatik dan telah melanggar persyaratan kesepakatan.
Trump juga menuduh Iran mensponsori terorisme.
"Kami tidak akan terus menyusuri jalan yang bisa diperkirakan kesimpulannya lebih banyak kekerasan, lebih banyak teror, dan ancaman nyata pelarian nuklir Iran," katanya.
Kesepakatan itu sendiri ditandatangani pada tahun 2015 oleh Iran dan enam kekuatan internasional, yakni Inggris, Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Jerman, dan China. Perjanjian tersebut memberlakukan pembatasan program nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi internasional.
Menanggapi pernyataan Trump, tiga negara Eropa yang terlibat dalam perjanjian menyebut bahwa perjanjian tersebut sudah berjalan sesuai dengan kepentingan keamanan nasional bersama.
Uni Eropa menegaskan tidak akan ada satu negara pun yang memutuskan kesepakatan tersebut. Demikian seperti dimuat
BBC. [mel]
BERITA TERKAIT: