
Sekelompok pengacara di Filipina mengajukan petisi ke Mahkamah Agung untuk menghentikan kebijakan perang melawan narkoba yang telah menewaskan ribuan orang di seluruh negeri.
Petisi tersebut dilajukan pada Rabu (11/10) oleh Free Legal Assistance Group (FLAG), sebuah organisasi pengacara hak asasi manusia.
Petisi tersebut menyerukan intervensi yudisial dalam kampanye ilegal pemerintah tersebut yang menurutnya memungkinkan polisi untuk membunuh dan menghindari prosedur hukum.
"Perang saat ini terhadap obat-obatan yang dilancarkan oleh pemerintah tidak akan menghentikan obat-obatan terlarang, kejahatan dan korupsi," kata ketua FLAG Jose Manuel Diokno.
"Ini hanya akan mengakibatkan pembunuhan lebih banyak orang, terutama orang miskin," sambungnya seperti dimuat
Press TV.Duterte meluncurkan perang melawan narkoba merk dagangnya setelah menjabat pada bulan Juni 2016. Sekitar 3.900 orang telah tewas dalam operasi tersebut.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: