Hal itu ditegaskan Macron dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi pekan ini. Marcon mengatakan bahwa dialog tersebut adalah satu-satunya solusi untuk perselisihan antara Baghdad dan Pemerintah Daerah Kurdistan Irak (KRG), yang baru-baru ini mengadakan referendum pemisahan diri dan bertentangan dengan peringatan internasional.
"Prancis siap untuk berkontribusi secara aktif dalam mediasi," kata Macron seperti dimuat
Press TV.
Sebagian besar masyarakat internasional secara vokal mengkritik referendum Kurdi 25 September lalu, di mana lebih dari 90 persen pemilih di wilayah semi otonom tersebut mengatakan 'Ya' untuk berpisah dari Irak.
Sebagai tanggapan atas pemungutan suara tersebut, pemerintah Irak telah memotong hubungan langsung udara Kurdistan dengan dunia luar, yang sebagian mengisolasi wilayah utara. Irak juga meminta KRG untuk membatalkan hasil referendum bila tidak ingin menghadapi sanksi potensial, isolasi internasional dan intervensi militer.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: