
Pimpinan kelompok pemberontak Tahrir al-Sham yang dulunya bernama Front Al-Nusra Abu Mohammad al-Julani dikabarkan mengalami koma setelah terkena sebuah serangan operasi Rusia terhadap komandan tertinggi kelompok teroris di provinsi Idlib, Suriah.
Kabar tersebut dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia pekan ini.
Pemboman tersebut menyebabkan Al-Julani terluka dan menyebabkan kekacauan di kalangan anggota Tahrir al-Sham. Serangan tersebut dilakukan militer Rusia pada saat pemimpin Tahrir al-Sham bersama anggotanya di provinsi Idlib berkumpul untuk menyusun rencana lebih lanjut. Dalam serangan tersebut, 49 militan tewas.
Selain itu, seperti dikabarkan
Russia Today, jet tempur Rusia juga menghancurkan depot amunisi bawah tanah kelompok tersebut di dekat kota Abu ad-Duhur. Lokasi tersebut menampung lebih dari 1.000 ton peluru artileri dan beberapa roket peluncur.
Angkatan Udara Rusia sebelumnya menargetkan pimpinan militer Tahrir al-Sham setelah kelompok teroris tersebut berusaha pada tanggal 18 September untuk mengepung dan menangkap sebuah unit polisi militer Rusia yang dikerahkan untuk mengamati gencatan senjata di berbagai wilayah di provinsi Hama.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: