Mereka melarikan diri demi menghindari tindakan keras dari pemerintah yang telah menghantam partai mereka dengan kasus-kasus hukum.
Tindakan keras sendiri dimulai bulan lalu ketika pemimpin oposisi Kem Sokha dijebloskan ke penjara karena tuduhan pengkhianatan. Penangkapan itu merupakan langkah dramatis yang membuat ketakuan orang untuk bergejolak melalui gerakan oposisi.
Sejak saat itu, menurut keterangan dari seorang anggota parlemen bernama Monyvann dari Cambodia National Rescue Party (CNRP), lebih dari 20 politisi dari partainya angkat kaki dari negara. Partai tersebut diketahui memiliki 55 kursi di parlemen.
Sebagian dari mereka mengamankan diri di Amerika Serikat atau negara-negara Eropa di mana mereka memiliki kerabat atau kewarganegaraan ganda.
Eksodus tersebut selanjutnya membahayakan prospek partai oposisi yang merupakan satu-satunya tantangan yang layak bagi Hun Sen dalam pemilihan nasional tahun depan. Demikian seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: