Hal itu terungkap dalam sebuah jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Quinnipiac dan dirilis pada Rabu (27/9).
Dalam jajak pendapat tersebut terungkap bahwa sebanyak 51 persen warga Amerika Serikat yang memiliki hak pilih dan dihubungi sebagai responden mengatakan bahwa mereka merasa malu karena memiliki Trump sebagai presiden.
59 persen responden mengatakan bahwa Trump bukanlah orang yang jujur, 60 persen mengatakan bahwa dia tidak memiliki keterampilan kepemimpinan yang baik dan 61 persen mengatakan bahwa dia tidak mencerminkan nilai-nilai Amerika.
Mayoritas pemilih juga menyarankan Trump untuk menghentikan tweet tentang setiap masalah.
Jajak pendapat tersebut juga menunjukkan bahwa orang Amerika terbelah sepanjang jalur rasial di Trump. 94 persen pemilih kulit hitam mengatakan bahwa presiden Partai Republik tidak layak untuk menjabat, 60 persen pemilih Hispanik mengatakan hal yang sama, sementara 50 persen pemilih kulit putih mengatakan bahwa dia pantas untuk peran tersebut.
62 persen pemilih tidak menyetujui cara Trump menangani hubungan ras, dan 60 persen mengatakan bahwa presiden yang kontroversial tersebut berbuat lebih banyak untuk memecah negara daripada mempersatukannya.
Jajak pendapat tersebut juga mengungkapkan perpecahan di kalangan pria dan wanita. Pria terbagi 49 persen menjadi 49 persen, sementara 63 persen wanita mengatakan Trump tidak cocok.
Jajak pendapat tersebut dilakukan dari tanggal 21 sampai 26 September dengan metode wawancara melalui sambungan telepon dimana 1.412 pemilih berpartisipasi secara nasional. Demikian seperti dimuat
Press TV.
[mel]
BERITA TERKAIT: