Hal itu dikarenakan sikap Amerika Serikat baru-baru ini yang memberlakukan sanksi terhadap pejabat Venezuela dan Spanyol lantang mendesak Uni Eropa untuk mengikuti langkah Amerika Serikat tersebut demi menekan Venezuela terkait masalah hak asasi manusia dan demokrasi.
Maduro menyebut bahwa PM Spanyol seharusnya lebih fokus pada masalah internal Spanyol seperti dorongan kemerdekaan Catalonia, dan hubungan bermasalah Eropa dengan Washington daripada mengurusi Venezuela.
"Mengapa sayap kanan global begitu terobsesi dengan tanah air kita?" kata Maduro.
"Lupakan pembicaraan tentang Venezuela, yang merupakan tanah air bermartabat," tegasnya seperti dimuat Reuters.
Sementara itu, Maduro mengejek Trump dan menilainya tidak bisa memahami letak geografis.
"Donald Trump bahkan tidak tahu di mana Venezuela berada. Beri dia peta, dan dia tidak dapat menemukan Venezuela," kata Maduro soal Trump, yang diejek secara luas minggu lalu karena merujuk pada negara Afrika yang tidak eksis, Nambia.
Maduro menghadapi kritik global bahwa dia telah mengubah Venezuela menjadi sebuah kediktatoran dengan pembentukan Majelis Konstituante yang berkuasa, memenjarakan lawan-lawan politik dan memadamkan demonstrasi tahun ini dimana 125 orang meninggal.
[mel]
BERITA TERKAIT: