Pendiri Malajalah Playboy Tutup Usia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 28 September 2017, 12:43 WIB
Pendiri Malajalah Playboy Tutup Usia
Hugh M. Hefner/Net
rmol news logo Kiprah sosok pendiri majalah dewasa ternama Playboy yakni Hugh M. Hefner berakhir, bersamaan dengan hembusan napas terakhirnya pekan ini.

Hefner meninggal dunia di usia ke-91 tahun karena usia yang sudah renta. Menurut keterangan pihak Playboy, ia menutup mata untuk terakhir kalinya di rumahnya dengan dikelilingi oleh keluarganya.

Menengok kembali kiprah Hefner, sosok yang menghidupkan "revolusi seksual" di tahun 1950an melalui Playboy yang masih hidup hingga saat ini.

Dikabarkan Associated Press, pada tahun 1953, saat negara-negara secara hukum dapat melarang alat kontrasepsi, Hefner menerbitkan edisi pertama Playboy, yang menampilkan foto telanjang Marilyn Monroe yang diambil beberapa tahun sebelumnya dan sebuah editorial janji "humor, kecanggihan dan bumbu." Depresi Besar dan Perang Dunia II telah berakhir dan Amerika siap untuk menanggalkan pakaian.

Playboy segera menjadi "buah" terlarang bagi remaja dan "Alkitab" bagi pria dengan waktu dan uang. Dalam setahun, sirkulasi majalah mendekati 200 ribu dan dalam waktu lima tahun mencapai hingga 1 juta eksemplar.

Pada 1970-an, majalah ini memiliki lebih dari 7 juta pembaca dan telah mengilhami sejumlah pesaing yang mencoba meniru kesuksesannya seperti Penthouse dan Hustler.

Namun kemudian di abad ke-21, di mana teknologi semakin canggih dan penggunaan internet menjadi sangat umum, mengurangi sirkulasi majalah menjadi kurang dari 3 juta.

Kiprah majalah Playboy bukan tanpa hambatan. Pada tahun 2015, Playboy menghentikan sementara penerbitan gambar wanita telanjang, dengan mengutip masalah gambar telanjang di internet.

Namun demikian, awal tahun ini, Playboy kembali muncul dengan gambar-gambar telanjang wanita.

Hefner sendiri menjalankan Playboy dari rumahnya, pertama di Chicago dan kemudian di Los Angeles dan menjadi simbol flamboyan gaya hidup yang dianutnya.

Selama berpuluh-puluh tahun ia muncul dengan citra seorang perokok pipa yang selalu mengenakan pakaian piyama sutra dan gemar berpesta.
 
Ditanyakan oleh The New York Times pada tahun 1992 tentang apa yang paling dia banggakan, Hefner menjawab: "Bahwa saya mengubah sikap terhadap seks. Orang baik bisa hidup bersama sekarang. Bahwa saya mendekontaminasi gagasan seks pranikah. Itu memberi saya kepuasan besar," jelasnya pada saat itu.

Kini Hefner telah tutup usia, meninggalkan seluruh kekayaan dan kehidupan glamor yang ia jalani selama ini. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA