Mereka mengecam kondisi kerja yang menyedihkan yang dialami oleh tentara Perancis.
Protes tersebut diselenggarakan oleh kelompok Istri Angkatan Darat Angry, yang memiliki hampir 5.200 anggota.
Sejumlah pengunjuk tasa menyebut bahwa sejumlah tentara yang bertugas anti-teror ditahan di hanggar yang lembap dipenuhi kecoak dan kutu.
Melalui aksi protes tersebut, istri-istri tentara tersebut memiliki sejumlah tuntutan, di antaranya adalah diakhirinya sistem pembayaran tentara saat ini yang dinilai merugikan mereka.
Selain itu, mereka juga prihatin dengan kurangnya dukungan untuk keluarga tentara yang menderita gangguan stres pascatrauma (PTSD).
"Kami merasa benar-benar tidak berdaya, kami tidak tahu bagaimana mengatasi kondisi tersebut, bagaimana mendukung orang-orang kami," kata salah seorang pengunjuk rasa, Crépin, yang suaminya memiliki PTSD setelah bertugas di Afghanistan.
"Kami ingin menunjukkan ketidaknyamanan, kegelisahan dan kemarahan kami," sambungnya.
Selain itu, mereka juga menuntut perhatian akan nasib janda tentara serta bantuan dari pemerintah.
[mel]
BERITA TERKAIT: