Dikabarkan
BBC akhir pekan ini, tidak jelas apakah Gorka dipecat atau mundur atas kemauannya sendiri.
"Kejadian baru-baru ini jelas bagi saya bahwa kekuatan yang tidak mendukung MAGA (Make America Great Again) saat ini di Gedung Putih," tulis Gorka dalam suratnya baru-baru ini.
"Sebagai hasilnya, cara terbaik dan paling efektif untuk mendukung Anda, Tuan Presiden, berasal dari luar Rumah Rakyat," sambungnya.
Dalam surat yang sama ia juga menyebut bahwa individu-individu yang bisa mewujudkan slogan MAGA justru telah mundur dari internal presiden atau bahkan dihapus secara sistematis.
"Ini dibuat dengan sangat jelas saat saya membaca teks pidato Anda di Afghanistan minggu ini ... Fakta bahwa mereka yang merancang dan menyetujui pidato tersebut menghapus penyebutan Radikal Islam atau terorisme Islam radikal membuktikan bahwa elemen penting dari kampanye kepresidenan Anda adalah kalah," sambungnya.
Langkah ini diambil seminggu setelah Gedung Putih memecat kepala strategi ultra konservatif Gedung Putih Steve Bannon.
Gorka bekerja untuk Bannon sebelum mereka berdua bergabung dengan pemerintahan Trump. Ia adalah editor keamanan nasional di situs berita Breitbart Bannon.
[mel]
BERITA TERKAIT: