Peneliti: Klaim Konsumsi Banyak Garam Baik Untuk Tubuh, Salah Dan Berbahaya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 09 Agustus 2017, 15:45 WIB
Peneliti: Klaim Konsumsi Banyak Garam Baik Untuk Tubuh, Salah Dan Berbahaya
Garam/Net
rmol news logo Sejumlah pakar kesehatan di Inggris menentang sebuah buku baru yang menyerukan untuk makan garam lebih banyak karena diklaim baik untuk tubuh.

Ilmuwan New York James DiNicolantonio mengatakan dalam bukunya The Salt Fix bahwa Organisasi Kesehatan Dunia dan badan penasihat AS serta Inggris selama ini telah salah dengan seruan diet mengurangi garam dalam makanan.

Padalnya, menurut James, garam bagus dn penting untuk tubuh manusia dan mengonsumsi lebih banyak garam akan mampu mengurangi jumlah gula dalam makanan serta membantu menurunkan berat badan.

Ia pun mengklaim bahwa diet rendah garam justru bisa menyebabkan tulang rapuh dan kehilangan ingatan. Serta mengkonsumsi lebih banyak garam justru bagus karena bisa memperbaiki diabetes.

"Alih-alih mengabaikan hasrat garam, Anda justru harus menyerah pada garam. Pasalnya, garam membimbing Anda untuk kesehatan yang lebih baik," tulisnya dalam bukunya tersebut.

Namun buku tersebut mendapat penentangan dari sejumlah pihak. Public Health England (PHE) berkumpul di Inggris pekan ini mengatakan bahwa sarannya soal konsumsi lebih banyak gula salah dan berbahaya.

"Diet sekarang menjadi penyebab utama kesehatan yang buruk. Dengan menganjurkan diet tinggi garam, buku ini membuat kesehatan banyak orang berisiko dan ini meruntuhkan bukti yang diakui secara internasional yang menunjukkan diet tinggi garam terkait dengan tekanan darah tinggi, yang diketahui berisiko terkena penyakit jantung," kata Prof Louis Levy, kepala ilmu gizi di PHE seperti dimuat The Guardian.

"Pekerjaan kami dengan industri makanan untuk mengurangi garam dalam makanan telah melihat konsumsi di Inggris turun 11 persen dan dipandang sebagai model yang bercita cita secara global," sambungnya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA