Otoritas Rusia baru-baru ini memulangkan seorang bocah laki-laki berusia empat tahun dari Irak. Bocah bernama Bilal Tagirov itu dibawa kabur sang ayah, Khasan Tagirov yang pergi ke Suriah sebelum ke Irak tahun 2015 lalu.
Russia Today wal pekan ini mengabarkan bahwa ibu sang bocah, Zalikha Ashakhanova mengaku hancur saat anaknya diculik suminya sendiri.
"Selama dua tahun terakhir saya berharao anak saya akan kembali," kata Zalikha.
Ia kerap mengikuti pemberitaan soal ISIS di Irak dan Suriah sambil terus mencari kabar soal anaknya. Hingga akhirnya ia melihat anaknya kembali untuk pertama kali tahun ini melalui video dari kota Mosul yang baru dibebaskan dari ISIS yang dipublikasikan di internet.
"Setelah melihat video dengan anak saya, saya terkejut. Saya tidak melihatnya selama dua tahun dan langsung mengenalinya. Dia hampir tidak berubah," sambung Zulaikha.
Dalam video itu, Zalikha melihat suaminya, atau ayah dari Bilal berada di belakangnya dan seluruh keluarga langsung mengenalinya.
Ia dan keluarga pun segera mencari bantuan ke kantor kejaksaan. Kepala Republik Chechen, Ramzan Kadyrov, kemudian membantu mengatur operasi pencarian dan penyelamatan anak tersebut.
Setelah upaya panjang, Bilal akhirnya dipulangkan dari Baghdad ke Grozny pekan lalu.
Dalam video yang dipublikasikan Russia Today, bocah tersebut tampak tidak mengenali ibu dan keluarganya yang menyambut dirinya dengan haru.
Rusia kini berupaya untuk memulangkan anak-anak yang dibawa oleh orang tuanya yang bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah.
Menurut Samih Beno, seorang politisi Yordania asal Chechnya, 48 anak di bawah umur yang kemungkinan merupakan anak-anak warga Rusia, sekarang ditahan di sejumlah tempat penampungan Irak yang berbeda. Mereka ditinggal mati orang tua mereka dan tidak tahu dari mana asal mereka serta berapa umur mereka. Terlebih, anak-anak tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen yang mempersulit penelusuran asal mereka.
Beno yang juga kepala Asosiasi Teman Republik Chechnya di Yordania, membantu memulai evakuasi dan bertindak sebagai mediator selama pembicaraan antara perwakilan berbagai negara dan organisasi publik internasional. Tidak ada tanggal yang pasti mengenai kapan anak di bawah umur tersebut dapat dibawa pulang ke rumah mereka karena proses kembalinya mereka penuh dengan komplikasi hukum. Untuk membawa anak-anak kembali, harus dipastikan mereka semua warga negara Rusia.
Beno menyebut proses itu tidak mudah karena anak-anak tersebut tidak diketahui identitasnya. Karena itu, anak-anak tersebut harus menjalani tes DNA untuk membuktikan bahwa mereka adalah saudara dengan orang-orang yang mengaku demikian.
[mel]
BERITA TERKAIT: