Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature, para peneliti menyebut bahwa mereka melakukan penelusuran pada asal usul bunga.
Dengan membangun sebuah leluhur yang kompleks dengan menggunakan set karakter bunga terbesar yang pernah dirakit, para penulis studi tersebut mengatakan bahwa evolusi vegetasi mekar dapat ditelusuri kembali ke satu flek angiosperma.
Bunga yang direkonstruksi tersebut belum diberi nama.
Dalam studi tersebut, peneliti menggunakan data dari 792 bunga yang menurut peneliti, nenek moyangnya telh ada sejak 140 hingga 250 juta tahun yang lalu.
Bunga pertama di dunia diperkirakan memiliki fitur reproduksi androecium dan gynoecium, dengan 10 benang sari jantan dan lima organ carpel wanita.
Para peneliti menegaskan bahwa meskipun mungkin menyerupai spesies yang saat ini ditemukan di seluruh dunia, tampaknya tidak ada bunga dengan ciri fisik menyerupai bunga pertama di dunia.
"Tidak ada spesies hidup yang memiliki kombinasi karakter yang sama persis," kata studi tersebut seperti dimuat
Russia Today.
[mel]
BERITA TERKAIT: