Bukan hanya itu, sanksi baru tersebut juga mengakhiri harapan untuk perbaikan hubungan Rusia-AS.
Begitu pernyataan dari Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev yang ia publikasikan di akun Facebook miliknya.
"Sanksi rezim telah dikodifikasi dan dampaknya akan bertahan selama beberapa dekade, kecuali ada keajaiban," kata Medvedev seperti dimuat
BBC.
Ia menilai bahwa langkah tersebut, yang ditandatangani oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menunjukkan impotensi yang lengkap dari Trump yang menurutnya telah dipermalukan oleh Kongres.
Langkah itu diketahui bertujuan untuk menghukum Rusia karena tuduhan mencampuri pemilihan 2016 AS dan tindakannya di Ukraina.
Sanksi itu termasuk membatasi jumlah uang yang bisa diinvestasikan orang Amerika dalam proyek energi Rusia, dan membuat lebih sulit bagi perusahaan AS untuk melakukan bisnis dengan Rusia.
Menanggapi sanksi yang dijatuhkan AS, Moskow awal pekan ini memerintahkan AS untuk menarik 755 staf diplomatik di Rusia karena dinilai jumlah staff yang ada di Moskow terlalu banyak. Rusia memerintahkan AS menyusutkan jumlah staf diplomatiknya menjadi 455 orang, sama dengan jumlah staf diplomatik Rusia di AS.
Sejumlah negara di Eropa, termasuk Jerman khawatir bahwa sanksi dari AS akan berimbas pada sektor ekonomi. [mel]
BERITA TERKAIT: