Dalam edisi terbaru itu, Zayn Malik dan pacarnya yang merupakan seorang model berbicara soal kehidupan mereka di mana mereka memiliki kebiasaan saling meminjam pakaian.
Di majalah tersebut, keduanya difoto dengan pakaian warna-warni dan penampilan yang tampak androgini.
Hal yang memicu kontroversi adalah dalam salah satu bagian artikel disebutkan bahwa pasangan tersebut "merangkul ketidakstabilan gender" atau redaksi dalam artikel itu adalah "gender fludity".
Frasa itu memicu perhatian. Sejumlah pengguna media sosial, seperti dirangkum
BBC, menyebut bahwa istilah itu mengacu pada identitas transgender tertentu, yang bukan merupakan laki-laki maupun perempuan.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan jelang akhir pekan ini, juru bicara Vogue mengeluarkan permintaan maaf.
"Ceritanya dimaksudkan untuk menyoroti dampak komunitas fluid dan non-biner terhadap mode dan budaya," jelasnya.
"Kami sangat menyesal ceritanya tidak benar mencerminkan semangat itu, kami tidka tepat sasaran," tambahnya.
[mel]