Menurut keterangan Letnan Kolonel Jo-ar Herrera (Sabtu, 10/6), militer telah memverifikasi jumlah tentara yang terluka dalam pertempuran senjata gencatan senjata hari Jumat kemarin.
"Kami sedih dengan hasilnya. Kami memiliki korban jiwa di pihak pemerintah. Telah menewaskan 13 orang dalam aksi," kata Herrera dalam sebuah konferensi pers di Marawi seperti dimuat
AFP.
Korban baru tersebut menyebabkan 58 tentara pemerintah tewas dalam pertempuran tersebut selama beberapa pekan terakhir.
Pasukan Filipina sedang berjuang untuk mengusir ratusan militan, yang mengamuk melalui kota Marawi pada tanggal 23 Mei menerbangkan bendera hitam kelompok teror Daesh, dan telah menggunakan terowongan bom, senjata anti-tank dan perisai manusia untuk memperkuat posisinya.
Sedikitnya 138 militan dan 20 warga sipil juga tewas.
Militan sejauh ini bertahan lebih dari dua minggu serangan udara dan darat oleh pasukan keamanan, meskipun militer mengatakan bahwa mereka hanya menempati sekitar 10 persen dari kota tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: