Tim pemantau media sosial militer mengidentifikasi 63 akun dengan nama palsu yang diyakini digunakan oleh kelompok Maute Al-Qaeda dan simpatisannya.
"Mereka menyebarkan kebohongan, mereka menyebarkan informasi yang keliru dan mereka menciptakan lebih banyak masalah dalam perang melawan teroris," kata juru bicara Letnan Kolonel Jo-Ar Herrera dalam sebuah konferensi pers di Kota Marawi (Jumat, 9/6).
Akun palsu tidak diizinkan di Facebook, dan dalam beberapa bulan terakhir perusahaan telah meluncurkan beberapa inisiatif untuk melawan berita palsu.
"Standar Komunitas kami tidak mengizinkan kelompok atau orang yang terlibat dalam kegiatan teroris, atau pos yang menyatakan dukungan untuk terorisme," kata seorang perwakilan Facebook dalam sebuah tanggapan email atas permintaan untuk memberikan komentar.
"Akun palsu juga dilarang, kami akan menghapus akun dan konten yang melanggar kebijakan ini saat kami menyadarinya," sambungnya seperti dimuat
Reuters.
[mel]
BERITA TERKAIT: