Dengan hanya segelintir kursi yang tersisa untuk diumumkan, pemilu Kamis kemarin (8/6) menunjukkan keuntungan datang pada pihak Partai Buruh.
Kendati belum resmi diumumkan, namun sejauh ini konservatif diproyeksikan memenangkan 42 persen suara, Partai Buruh 40 persen, Liberal Demokrat 7 persen, UKIP 2 persen dan Greens 2 persen.
Di House of Commons, Konservatif diperkirakan akan kekurangan sembilan kursi dari seluruh mayoritas, Buruh diprediksi dapat 30 kusi.
Hasil ini dipandang sebagai penghinaan bagi Perdana Menteri Theresa May, yang menyerukan pemilihan tersebut untuk mencoba memperkuat posisinya membawa Inggris keluar dari Uni Eropa.
Pemimpin buruh Jeremy Corbyn mendesaknya untuk mengundurkan diri.
"Jika ada pesan dari hasil malam ini, perdana menteri memanggil pemilihan ini karena dia menginginkan sebuah mandat. Nah, mandat yang dia dapatkan hilang dari kursi Konservatif, kehilangan suara, kehilangan dukungan dan kehilangan kepercayaan diri," kata Corby.
"Saya akan berpikir itu cukup untuk pergi, dan memberi jalan bagi pemerintah yang akan benar-benar mewakili semua orang di negara ini," tambahnya seperti dimuat
BBC.
Namun demikian, May menegaskan bahwa partainya akan memastikan stabilitas di Inggris.
[mel]
BERITA TERKAIT: