Konservatif Kehilangan Mayoritas, Oposisi Desak PM Inggris Mundur

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 09 Juni 2017, 14:27 WIB
Konservatif Kehilangan Mayoritas, Oposisi Desak PM Inggris Mundur
Prediksi hasil pemilu Inggris/BBC
rmol news logo Konservatif Inggris kehilangan posisi mayoritas dalam pemilu cepat pekan ini.

Dengan hanya segelintir kursi yang tersisa untuk diumumkan, pemilu Kamis kemarin (8/6) menunjukkan keuntungan datang pada pihak Partai Buruh.

Kendati belum resmi diumumkan, namun sejauh ini konservatif diproyeksikan memenangkan 42 persen suara, Partai Buruh 40 persen, Liberal Demokrat  7 persen, UKIP 2 persen dan Greens 2 persen.

Di House of Commons, Konservatif diperkirakan akan kekurangan sembilan kursi dari seluruh mayoritas, Buruh diprediksi dapat 30 kusi.

Hasil ini dipandang sebagai penghinaan bagi Perdana Menteri Theresa May, yang menyerukan pemilihan tersebut untuk mencoba memperkuat posisinya membawa Inggris keluar dari Uni Eropa.

Pemimpin buruh Jeremy Corbyn mendesaknya untuk mengundurkan diri.

"Jika ada pesan dari hasil malam ini, perdana menteri memanggil pemilihan ini karena dia menginginkan sebuah mandat. Nah, mandat yang dia dapatkan hilang dari kursi Konservatif, kehilangan suara, kehilangan dukungan dan kehilangan kepercayaan diri," kata Corby.

"Saya akan berpikir itu cukup untuk pergi, dan memberi jalan bagi pemerintah yang akan benar-benar mewakili semua orang di negara ini," tambahnya seperti dimuat BBC.

Namun demikian, May menegaskan bahwa partainya akan memastikan stabilitas di Inggris. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA