Peti mati dari 11 korban lainnya juga menyimpan bagian tubuh orang lain. Begitu kata jaksa setelah memeriksa 24 peti mati akibat kecelakaan tersebut.
Temuan itu muncul setelah Partai yang berkuasa di Polandia yang dipimpin oleh saudara kembar Kaczyński, Jarosław, mengambil alih kendali langsung dari kantor kejaksaan dan memerintahkan untuk memeriksa kembali kecelakaan tersebut setelah berkuasa pada akhir 2015. Ia menilai bahwa penyelidikan sebelumnya tidak dilakukan dengan benar.
Kecelakaan tersebut terjadi pada bulan April 2010, di dekat kota Smolensk, Rusia barat, dan merupakan bencana terburuk bagi Polandia sejak perang dunia kedua. Dalam kecelakaan tersebut, para korban tewas ditemukan dengan kondisi jasad tidak utuh.
Kecelakaan pesawat terjadi saat pilot mencoba mendaratkan delegasi Polandia di sebuah pesawat TU-154 buatan Soviet di dekat Smolensk untuk ikut serta dalam peringatan bagi ribuan perwira Polandia yang dieksekusi di sana oleh polisi rahasia Soviet pada tahun 1940.
Beberapa pejabat partai sayap kanan yang berkuasa telah menyalahkan sebuah ledakan di atas kapal karena kecelakaan, namun tidak memberikan bukti.
Ini membuat masyarakat Polandia terbagi atas penyebabnya meskipun sebelumnya kesimpulan pemerintah dari penyelidikannya sendiri bahwa kesalahan pilot adalah penyebabnya.
Pada hari Kamis (1/6), seperti dimuat
The Guardian, wakil jaksa agung, Marek Pasionek, mengatakan kepada wartawan bahwa di 12 dari 24 peti mati dibuka kembali sejak tahun lalu, mayat telah ditukar dua kali. Satu peti mati berisi setengah tubuh orang lain sementara sembilan peti mati lainnya menyimpan sisa potongan lainnya,
Ia menambahkan bahwa temuan lainnya di dalam peti mati uskup agung Miron Chodakowski hanya berisi bagian atas tubuhnya sementara bagian bawahnya adalah uskup umum dan militer Tadeusz Płoski.
sementara itu di peti mati Jenderal Bronisław Kwiatkowski ada 14 bagian tubuh milik tujuh orang lainnya, Pasionek mengatakan, menambahkan bahwa pemeriksaan postmortem akan selesai pada bulan April yang akan datang.
Langkah pemerintah untuk membuka kembali peti mati telah memisahkan keluarga korban antara mereka yang tidak mempercayai prosedur pasca-kecelakaan yang dilakukan di Rusia dan mereka yang menginginkan orang yang mereka cintai dibiarkan beristirahat dengan tenang.
Peti mati korban disegel di Rusia dan kembali ke Polandia dalam waktu dua minggu setelah kecelakaan pesawat. Tahun lalu, jaksa Polandia memerintahkan peti mati untuk dibuka kembali.
[mel]
BERITA TERKAIT: