Menurut keterangan juru bicara militer Filipina Restituto Padilla, kelompok garis keras Maute telah terus berjuang melawan senapan dan amunisi yang dicuri dari sebuah kantor polisi, sebuah penjara, dan sebuah kendaraan polisi lapis baja.
"Mereka bisa mendapatkan kendaraan lapis baja polisi," Padilla menambahkan.
"Di dalam, ada persediaan peluru," katanya, menambahkan bahwa amunisi itu termasuk barang curian yang digunakan para pemberontak untuk melawan pasukan yang dituangkan ke daerah tersebut.
Padilla menambahkan bahwa militan yang membebaskan rekan-rekan yang dipenjarakan untuk bergabung dalam pertempuran tersebut, memilih perang perkotaan karena senjata tersedia di kota dan rumah-rumah dan toko-toko menyediakan banyak makanan.
"Ya memang ada rencana yang terlibat," tambahnya seperti dimuat
Reuters.
Sebagai bagian operasi, militer Filipina hari ini (Rabu, 31/5) mengerahkan untuk pertama kalinya pesawat tempur SF-260 untuk mendukung serangan helikopter dan tentara darat yang ingin menekan pemberontak ke daerah pusat kota.
Militer sejak awal bersikeras telah mengendalikan situasi, namun lambannya usaha untuk merebut kembali Marawi telah memicu pertanyaan tentang strateginya.
[mel]
BERITA TERKAIT: