Pada Kamis lalu (25/5), Presiden Ekuador Lenin Moreno meminta Assange untuk tidak ikut campur dalam politik Ekuador dan sekutu-sekutunya.
"Statusnya (Assange) tidak memberikannya izin untuk berbicara tentang politik negara manapun, apalagi milik kita," kata Presiden Moreno seperti dimuat
Press TV.
Namun sehari setelahnya, Assange membuat kicauan di Twitter yang berisi, "Warga Ekuador dapat yakin bahwa jika WikiLeaks menerima bukti adanya korupsi di Ekuador, maka akan dipublikasikan."
Assange sendiri diketahui telah diberi suaka di Kedutaan Besar Ekuador di London sejak tahun 2012 lalu, tepatnya setelah Swedia mengeluarkan surat penahanan Eropa untuknya atas tuduhan penyerangan seksual.
Ia melarikan diri karena membocorkan rahasia kabel yang berhubungan dengan Washington di WikiLeaks. Bila ia keluar dari Kedutaan Besar Ekuador, maka ia bisa ditangkap dan diekstradisi ke Amerika Serikat untuk dituntut.
Swedia baru-baru ini menjatuhkan penyelidikannya terhadap Assange, yang berpotensi menciptakan kesempatan baginya untuk meninggalkan kedutaan Ekuador.
Namun polisi Inggris, yang memiliki kehadiran 24/7 di sekitar lokasi, mengatakan bahwa mereka masih akan menangkap Assange jika dia keluar karena telah membatalkan kondisinya dengan jaminan dengan tidak menyerahkan dirinya kepada polisi sebelumnya.
[mel]