Sejumlah Guru Dihukum Karena Beri "Penghargaan" Paling Mungkin Jadi Teroris Ke Siswa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 27 Mei 2017, 13:25 WIB
Sejumlah Guru Dihukum Karena Beri "Penghargaan" Paling Mungkin Jadi Teroris Ke Siswa
Penghargaan paling mungkin jadi teroris/BBC
rmol news logo Sejumlah guru di sebuah sekolah di Texas didisplinkan setelah menyerahkan sebuah "penghargaan" yang menyatakan bahwa seorang siswa "kemungkinan besar akan menjadi seorang teroris".

Sang murid yang berusia 13 tahun diketahui bernama Lizeth Villanueva. Ia diberikan penghargaan oleh gurunya saat upacara lelucon di sekolah dekat Houston awal pekan ini.

Upacara tersebut hanyalah bagian dari gurauan dan dalam kesempatan itu, Lizeth diberikan sertifikat penghargaan palsu yang ditandatangani sang guru.

Ibu dari Lizeth yang mengetahui hal tersebut langsung menghubungi saluran KPRC 2 Houston dan melaporkan lelucon itu karena dilakukan dengan siswa dalam program belajar lanjutan di Junior Aguirre Anthony di kota Channelview.

Seorang pejabat pendidikan setempat menggambarkan kejadian tersebut sebagai usaha yang buruk untuk membuat gurauan.

Selain penghargaan "kemungkinan besar menjadi teroris", dalam upacara lelucon yang sama juga diberikan sejumlah penghargaan lain seperti "kemungkinan besar akan menangis untuk setiap hal kecil" dan "yang paling mungkin menjadi tunawisma". Semuanya disambut dengan tawa oleh para guru dan siswa yang hadir.

Distrik sekolah mengeluarkan sebuah pernyataan yang berisi permintaan maaf atas lelucon tersebut.

"Guru yang terlibat dalam masalah ini telah didisiplinkan sesuai dengan kebijakan," begitu bunyi keterangan tersebut seperti dimuat BBC. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA