Begitu kabar yang dimuat Reuters dengan merujuk pada sumber pejabat senior AS anonim.
Tillerson menolak permintaan dari Kantor Urusan Agama dan Urusan Luar Negeri untuk menyelenggarakan acara Idul Fitri sebagai bagian dari perayaan Ramadhan tahun ini.
Menurut sebuah memo tertanggal 6 April yang dilihat oleh Reuters, merekomendasikan agar Tillerson mengadakan resepsi Idul Fitri pada Juli mendatang,
Penolakannya atas permintaan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada rencana tahun ini untuk ikut memeriahkan Ramadhan
Menanggapi kabar tersebut, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS angkat bicara.
"Kami masih menjajaki kemungkinan pilihan untuk membuat acara Idul Fitri, yang menandai akhir bulan Ramadhan. Duta besar AS didorong untuk merayakan Ramadhan melalui berbagai kegiatan, yang diadakan setiap tahun di misi di seluruh dunia," begitu kata juru bicara tersebut.
Sebagai informasi bahwa sejak tahun 1999, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, baik yang berasal dari Republik maupun Demokrat, hampir selalu menyelenggarakan acara untk ikut memeriahkan Ramadhan, seperti buka puasa bersama atau perayaan hari raya Idul Fitri di akhir bulan Ramadhan.
[mel]
BERITA TERKAIT: