Ini adalah jembatan terpanjang yang pernah ada, yang menghubungkan negara bagian Arunachal Pradesh dengan negara bagian Assam.
Wilayah Arunachal Pradesh sendiri diketahui merupakan wilayah sengketa antara India dan China.
China mengklaim Arunachal Pradesh sebagai miliknya sendiri, dan menyebutnya sebagai "Tibet selatan".
"Dengan semakin China semakin agresif, sekarang saatnya kita memperkuat infrastruktur fisik kita untuk mempertahankan wilayah kita,"kata Menteri Dalam Negeri India Khiren Rijiju yang merupakan penduduk asli Arunachal Pradesh.
Rijiju sebelumnya mengatakan bahwa Arunachal Pradesh adalah bagian dari India dan kenyataan itu tidak akan berubah, terlepas dari siapa yang menyukainya atau tidak.
Selain jembatan, di sisi lain, India juga membangun jalan raya lintas-Arunachal dua jalur dan melakukan empat proyek lagi untuk memperluas jalan.
Proyek lain, untuk memperbaharui rangkaian landasan pendaratan untuk pesawat terbang angkat berat, juga bergerak dengan cepat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengangkutan udara strategis India.
"Kami membutuhkan infrastruktur untuk meningkatkan pasukan dan pasokan jika kita harus melawan orang China dan jembatan ini adalah hal yang hebat," kata Mayor Jenderal Gaganjit Singh, yang telah memerintahkan sebuah divisi di negara bagian tersebutseperti dimuat
BBC.
"India tidak mengembangkan infrastruktur fisik di Arunachal Pradesh selama dua dekade setelah perang 1962 karena banyak orang percaya China akan menggunakan jalan jika mereka menyerang lagi. Tapi sekarang kita berada di jalur yang benar," tambahnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: