May akan mengangkat isu kebocoran tersebut dengan presiden AS saat mereka bertemu di KTT NATO pekan ini.
Sekretaris Rumah Tangga Amber Rudd mengatakan bahwa May terganggu dengan pengungkapan identitas pelaku bom bunuh diri serta foto bukti pemboman di New York Times dan telah memperingatkan Washington bahwa hal tersebut seharusnya tidak terjadi.
Diketahui bahwa bom mengguncang Manchester Arena Senin malam kemarin dan menewaskan 22 orang. Di antara mereka yang tewas adalah anak-anak.
Selain korban tewas, juga terdapat 64 korban luka.
Penyelidikan polisi menunjukkan bahwa ledakan itu merupakan aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria bernama Salman Abedi.
Sejauh ini ada delapan orang yang telah diamankan menyusul serangan tersebut. Di antara mereka yang diamankan adalah kakak Abedi, dan seorang wanita telah ditangkap dalam serangkaian penggerebekan di Manchester, Wigan dan Nuneaton.
Pemerintah Inggris merasa terganggu ketika penyelidikan masih berlangsung namun rincian tentang identitas Abedi sudah muncul di media AS kurang dari 24 jam setelah ledakan.
Bukan hanya itu, seperti dimuat
BBC, foto puing-puing yang tampaknya menunjukkan pecahan-pecahan berlumuran darah dari bom dan ransel yang digunakan untuk menyembunyikan bom kemudian bocor ke New York Times, menimbulkan reaksi marah dari dalam Whitehall dan dari kepala polisi Inggris.
Atas dasar itulah, May akan mengajukan protes langsung ke Trump dan mempertanyakan soal hal tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: