Komentar itu dibuat setelah muncul laporan dari Reuters mengenai peternakan yang dikelola China di negara tersebut soal penggunaan bahan kimia.
Reuters melaporkan bahwa saat produksi pisang telah membawa keuntungan ekonomi ke wilayah tersebut, ada juga kekhawatiran kuat penggunaan bahan kimia, termasuk herbisida paraquat, yang dilarang di Laos.
Menanggapi hal itu, Thongloun menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan untuk mengatasi masalah tersebut.
"Pemerintah tidak bisa mengabaikan ini," kata Thongloun.
"Sejak tahun lalu, saya telah memerintahkan larangan menyewakan lebih banyak lahan pertanian untuk perkebunan pisang kepada investor karena kerusakan dari kontaminasi kimia," sambungnya.
Dia mengatakan penggunaan bahan kimia telah membuat petani sakit dan sumber air yang terkontaminasi.
Namun demikian, Thongloun tidak mengatakan apakah Laos akan mengambil tindakan melawan perkebunan pisang yang ada.
Sebagai informasi bahwa China adalah investor asing terbesar di Laos, Negara yang terkurung daratan itu diketahui memiliki populasi 6,5 juta orang, dengan lebih dari 760 proyek bernilai sekitar 6,7 miliar dolar AS.
[mel]
BERITA TERKAIT: