Sesaat setelah pembunuhan terjadi, pemerintah Malaysia justru terlebih dahulu menghubungi Kedutaan Besar Korea Selatan di Malaysia.
Begitu kata sumber anonim yang dikutip oleh
Reuters pekan ini.
Tak lama setelah pembunuhan terjadi, pihak berwenang Malaysia menghubungi kedutaan Korea Selatan, mengirimkan salinan dokumen yang ditemukan pada tubuh pria yang kemudian disebut sebagai Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Kebingungan soal kebangsaan pria itu agaknya menjelaskan soal mengapa kabar soal pembunuhan Kim Jong Nam pertama kali dihembuskan oleh Korea Selatan.
Bahkan kurang dari 24 jam setelah pembunuhan terjadi, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan sudah mendapatkan penjelasan bahwa pria yang tewas itu adalah Kim Jong Nam.
Namun demikian kabar ini belum dikonfirmasi dari pihak manapun, termasuk kepolisian Malaysia.
Sementara pihak Korea Utara sendiri mambantah bahwa yang tewas itu adalah Kim Jong Nam, melainkan staf diplomatik Korea Utara.
[mel]
BERITA TERKAIT: