Gedung Putih mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa Kushner pribadi telah menawarkan diri untuk berbicara kepada Komite Intelijen Senat.
Pemeriksaan ini terkait dengan dugaan gangguan Rusia dalam pemilu Amerika Serikat tahun lalu.
Komunitas intelijen AS percaya dugaan peretasan Rusia selama pemilihan presiden dilakukan untuk membantu Trump mengalahkan Hillary Clinton.
Rusia membantah tuduhan tersebut dan Trump sendiri juga mengeluarkan bantahan serupa dengan menyebut bahwa kabar itu palsu.
Komite Senat ingin mempertanyakan Kushner terkait dengan dua pertemuan di mana ia diduga mengatur untuk bertemu dengan pejabat Rusia. Kushner sendiri diketahui berperan sebagai pembantu senior Trump selama masa transisi.
Pertemuan pertama adalah dengan Duta Besar Rusia Sergei Kislyak di Trump Tower di New York pada bulan Desember. Pertemuan kedua adalah dengan kepala bank pembangunan milik negara Rusia.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: