Penurunan terjadi salah satunya adalah karena investor menimbang prospek belanja fiskal dorongan AS di bawah Presiden Donald Trump setelah kegagalannya mendorong RUU jaminan kesehatan pengganti Obamacare pekan lalu.
Membubarkan Obamacare dan menggantinya dengan jaminan kesehatan yang baru itu diketahui merupakan salah satu janji kampanye Trump.
Kegagalan Trump mendorong realisasi janjinya itu menjadi titik kemunduran Trump, mengingat RUU itu gagal di Kongres di mana partai Republik mendominasi.
Kegagalan RUU jaminan kesehatan itu memuncylkan keraguan soal apakah Trump akan bisa maju dengan rencana reformasi pajak yang diusungnya.
Reuters mengabarkan bahwa awal pekan ini, dolar turun 0,5 persen terhadap sejumlah mata uang asing. Di awal perdagangan London, indeks dolar terendah sejak tiga hari setelah Trump resmi dinyatakan menang pemilu AS November lalu.
"Saya pikir pasar sedang mencoba untuk menentukan apakah ada terlalu banyak optimisme tentang reflation harga ke dolar AS," kata pakar strategi mata uang Rabobank Jane Foley.
Indeks dolar sempat naik ke angka tertinggi selama 14 tahun terakhir di dekat 104.00 pada awal Januari ketika harapan untuk stimulus inflasi tinggi di bawah presiden Trump, dengan investor bertaruh besar pada apa yang disebut perdagangan "Trumpflation".
Sementara itu awal pekan ini, terhadap yen Jepang, dolar jatuh lebih dari satu persen menjadi 110,12, angka terlemah sejak 18 November.
[mel]
BERITA TERKAIT: