Ia adalah Qari Yasin. Pentagon menyebut, ia tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Provinsi Paktika pada 19 Maret kemarin.
Yasin merupakan otak di balik serangan bom bunuh diri dengan menggunakan truk di Hotel Marriott di Islamabad pada tahun 2008 lalu. Serangan itu menewaskan lebih dari 50 orang, termasuk dua anggota militer AS.
Serangan juga memicu kebakaran dan menghanguskan hotel yang terletak di dekat bagian diplomatik Islamabad.
Selain itu, Yasin bertanggung jawab untuk pembantaian lainnya, termasuk serangan terhadap tim kriket Sri Lanka, yang mengunjungi Lahore, Pakistan, pada Maret 2009. Dalam insiden itu, orang-orang bersenjata melempari bus tur tim dengan peluru saat mendekati stadion. Delapan orang tewas dalam serangan itu.
"Kematian Qari Yasin adalah bukti bahwa teroris yang memfitnah Islam dan sengaja menargetkan orang-orang yang tidak bersalah tidak akan lolos dari pengadilan," kata Menteri Pertahanan Jim Mattis dalam sebuah pernyataan.
[mel]
BERITA TERKAIT: