Melalui juru bicaranya Park mengaku menyesal namun menyebut bahwa kebenaran akan terungkap.
Park meninggalkan presiden Blue House hari Minggu kemarin dalam iring-iringan mobil hitam.
Pasca skandal itu, Park menghadapi kemungkinan penuntutan dan penjara.
"Saya merasa menyesal bahwa saya tidak bisa menyelesaikan mandat yang diberikan kepada saya sebagai presiden," kata Min Kyung-wooka, juru bicara Park.
"Ini akan memakan waktu, tapi saya yakin kebenaran akan terungkap," sambungnya.
Min lebih lanjut menambahkan bahwa Park menerima tanggung jawab untuk peristiwa yang memuncak di mahkamah konstitusi.
"Saya bertanggungjawab atas hasil dari semua ini," tambah Min.
Menggantikan Park, Korea Selatan berencana menggelar aksi unjuk rasa pada 9 Mei lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: