
Angkatan Pertahanan Diri Jepang akan menarik diri dari misi penjaga perdamaian PBB di Sudan Selatan akhir Mei mendatang.
Diketahui bahwa tugas utama dari 350 kontingen militer Jepang, yang berbasis di Juba selama lima tahun terakhir. Mereka telah membangun infrastruktur di negara yang dilanda perang.
Diketahui bahwa Sudan Selatan, negara kaya minyak itu telah dilanda perang saudara sejak 2013, ketika Presiden Salva Kiir memecat wakilnya Riek Machar.
Sejak saat itu, negara termuda di dunia itu terjun ke dalam konflik yang PBB peringatkan beresiko genosida.
"Karena Sudan Selatan sudah memasuki tahap baru, kita dapat menarik garis di bawah kegiatan pasukan pertahanan diri," kata Perdana Menteri Shinzo Abe wartawan di kediamannya di Tokyo, Jumat (10/3).
Namun demikian, Abe menegaskan bahwa Jepang akan tetap memberikan bantuan pembangunan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: