Kementerian Unifikasi Korea Selatan dalam keterangan di Seoul, hari Minggu (5/3), menjanjikan bayaran sebesar 1 miliar won atau setara 864 ribu dolar AS bagi warganegara Korea Utara yang dapat memberikan informasi berharga itu.
Menurut harian berbahasai Inggris di Seoul,
Korea Times, rencana menaikkan bayaran itu sudah dibahas sejak beberapa waktu lalu. Bila kenaikan itu memang bisa terwujud, maka ini adalah kali pertama sejak 1997.
Bayaran tertinggi sebesar 1 miliar won akan diberikan kepada warganegara Korut yang melarikan diri dengan pesawat tempur atau kapal perang. Jumlah ini empat kali lebih besar dari jumlah yang diberikan sekarang. Begitu juga dengan pembelot yang sudah berada di Korsel, akan mendapatkan jumlah yang sama.
Sementara yang melarikan diri ke Korea Selatan sambil membawa tank atau pesawat dapat menerima uang sebesar 300 juta won, atau enam kali lebih besar dari jumlah yang ada sekarang.
Sementara pembelot yang membawa senjata artileri dan senjata mesin bisa mendapatkan 5o juta won.
Kementerian Unifikasi akan memberikan penilaian informasi intelijen berdasarkan standar kredibilitas dan keaslian.
Rencana Korea Selatan ini dinilai menyasar tentara Korea Utara. Begitu dikatakan Kim Seong-cheol, Presiden Radio Reformasi Korea Utara.
"Setelah pembunuhan Kim Jong-nam, ada kekagetan di kalangan petinggi (Korea Utara) di China. Tawaran ini tentu menarik bagi mereka," ujar Kim.
[dem]
BERITA TERKAIT: